Amankah Meningkatkan Nafsu Makan melalui Terapi Akupuntur

Berdasarkan data dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, gangguan nafsu makan biasanya lebih sering dialami sejak anak-anak. Jika hal ini tidak diatasi akan bisa berlanjut hingga dewasa dimana anak anda sulit untuk menjadi gemuk dikarenakan tidak suka makan. Sekitar 25% anak yang tumbuh dan berkembang normal dengan nafsu makan yang wajar dan sehat, sementara 75% lainnya adalah anak yang mengalami keterlambatan pertumbuhan diakibatkan oleh adanya gangguan nafsu makan.



Dalam dunia akupuntur penyakit gangguan nafsu makan ini merupakan penyakit yang cukup ringan, jika pasien taat, bisa disembuhkan dengan merangsang beberapa titik tertentu pada tubuh. Namun ada sedikit permasalahan yaitu: Jarum! Tentu saja jika penderita gangguan nafsu makan orang dewasa, ia bisa menjalankan terapi ini dengan lancar dan tanpa masalah. Akan tetapi bagi anak-anak, terapi akupuntur ini terlihat sangat mengerikan bahkan bisa membuat trauma karena mengetahui dirinya akan ditusuk-tusuk oleh jarum.

Untuk mengatasi hal ini, diperlukan solusi lain yang sama seperti akupuntur yaitu dengan menggunakan teknik Mosibusi atau disebut juga rangsangan panas.

Teknik ini hampir sama fungsinya dengan akupuntur dimana berfungsi untuk menstimulasi beberapa titik akupuntur yang bisa membantu sang anak untuk mengatasi permasalahan nafsu makan. Teknik ini akan lebih disukai sang anak karena terasa hangat dan sangat nyaman di tubuh mereka. Teknik mosibusi ini bisa dilakukan apabila sang pasien (khususnya anak-anak) memang sangat trauma dengan jarum, sehingga pengobatan yang mirip dengan cara Meningkatkan Nafsu Makan melalui Terapi Akupuntur jarum bisa dapat berjalan dengan efektif dan lancar.

Nafsu makan pada manusia baik anak-anak ataupun dewasa sudah diatur oleh sistem pengaturan nafsu makan tubuh yang terletak pada Hipothalamus (bagian batang otak). Meskipun sudah diketahui pusatnya, tetap saja masalah gangguan makanan ini agak sedikit sulit dipahami sesuai dengan kondisi fisik dan mental sang pasiennya. Karena itu sangat dibutuhkan kerja sama yang baik dari si pasien apabila dirinya ingin nafsu makannya bisa kembali normal dan badannya lebih berisi dari sebelumnya.

Post a Comment

0 Comments