Ketahui Skema Pendingin Lampu LED Otomotif

Tehnologi penerangan otomotif terus alami perubahan. Tehnologi terbaru yang makin digemari oleh beberapa fans otomotif ialah LED (Ligh Emitting Diode). Type lampu ini tawarkan beberapa jenis keunggulan, dari mulai bisa membuahkan sinar lebih jelas, tetapi dengan pemakaian daya yang benar-benar minim, sampai tahan guncangan serta berdimensi kecil.



Walau demikian, bukan bermakna LED tidak mempunyai lawan. Panas jadi lawan penting LED, dimana akan ada penambahan suhu (70 derajat celcius ke atas) yang mengakibatkan penurunan kapasitas lampu itu. Panasnya sendiri tidak dibuat oleh bohlam, tetapi pada modul yang ada di belakang LED. Oleh karenanya dibutuhkan skema pendingin buat pastikan LED tetap kerja dengan optimal.

Mengenai skema pendingin LED sekarang bermacam. Yang paling terkenal ialah kipas sebab kapasitasnya buang panas lumayan baik. Tetapi, kipas mempunyai kekurangan jika jarang-jarang dibikin bersih. Kotoran yang terlibat akan memberatkan kerja kipas yang pada akhirnya turunkan potensi keluarkan panas.

"Sekarang kipas masih yang terbagus," jelas Liong To dari Autovision di Tangerang, Jumat (10/08/2018).

Skema yang lain ialah udara. Umumnya berbentuk heat sink atau bilah-bilah logam yang dilanjutkan ke belakang. Material pembentuknya bermacam dari mulai tembaga sampai aluminium. Logam itu akan melanjutkan panas dari modul LED selanjutnya dilepaskan ke belakang.

Paling akhir ialah pendingin air. Sayangnya tehnologi ini menurut Liong To belumlah ada dipasaran. Dari sisi ide, pendingin air memang tawarkan pengaturan suhu yang lumayan baik. Namun ada banyak kekurangan seperti efek berlangsungnya kebocoran serta harga yang mahal.

Post a Comment

0 Comments